WHO Akhirnya Setuju untuk Melakukan Investigasi Virus Corona

  • Whatsapp
Pasar Huanan, Wuhan, tempat pertama kali ditemukannya virus corona jenis baru yang menyebabkan 617 orang terkena pneumonia berat dan 17 di antaranya tewas. Pasar seluas tujuh kali lapangan bola itu menjual hasil laut, unggas, ular, kelelawar, binatang ternak, dan binatang liar. (ANTARA/HO-yehuoqingnian/mii)

Beritasulbar.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya sepakat untuk melakukan penyelidikan terhadap virus korona pada Selasa (19/5). Keputusan itu diambil sebagai upaya WHO sebagai pemimpin untuk memerangi virus korona.

Diadaptasi dari AFP, direktur jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan penanganan pandemi harus diutamakan, karena Covid-19 terus menyebabkan kematian dan keruntuhan ekonomi di seluruh dunia.

Bacaan Lainnya

WHO menyatakan penyelidikan pada KTT tahunannya dan menerima dukungan dari China. Negara anggota WHO juga sepakat tanpa keberatan. Keputusan investigasi juga datang setelah Uni Eropa dan Australia menyuarakan penyelidikan independen.

Jumlah korban di beberapa titik terus meningkat, misalnya Inggris Raya mengungkapkan bahwa lebih dari 41.000 orang telah meninggal karena penyakit tersebut.

Juga di Amerika Latin, di mana Brasil telah menyusul Inggris dengan jumlah infeksi ketiga tertinggi di dunia, sekitar 255.000 kasus telah dikonfirmasi.

Di bawah tekanan dari Amerika Serikat, yang memiliki jauh lebih banyak kasus virus dan kematian daripada negara lain, Trump telah menuduh WHO sebagai “boneka” China dan gagal melakukan upaya untuk memerangi penyebaran awal penyakit.

Trump mengancam akan membekukan sementara dana AS untuk agensi tersebut. Beijing kemudian membalas, menuduh Trump berusaha untuk “menodai” China dan merusak WHO untuk tujuan politik.

“AS mencoba menggunakan China sebagai masalah untuk mengelak dari tanggung jawab atas kewajiban internasionalnya kepada WHO,” kata juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian.

Bukan hanya China, Rusia juga ikut mengecam ancaman Trump yang selalu ditujukan pada negara pertama kali virus corona itu muncul.

“Kami menentang segala yang ada demi preferensi politik atau geopolitik suatu negara,” kata wakil menteri luar negeri Sergei Ryabkov dikutip oleh kantor berita Interfax. Uni Eropa juga mendukung WHO, dengan mengatakan itu “bukan waktunya untuk menuduh”.

(Suara.com)

Pos terkait