Thailand Temukan Vaksin Covid-19, Akan di Produksi Tahun Depan Usai Sukses Uji Coba ke Tikus

  • Whatsapp
Ilustrasi Vacsin Covid-19

Beritasulbar.com – Saat ini berbagai penelitian telah dikembangkan di berbagai negara yang dapat diklaim memiliki kemampuan menghentikan penyebaran virus korona.

Terlepas dari kenyataan bahwa sampai sekarang vaksin terbaik sebagai solusi terbaik untuk menangani virus ini tidak pasti dari penemuannya.

Bacaan Lainnya

Tetapi setidaknya upaya mereka harus dihargai mengingat cahaya terang penemuan obat, meskipun masih perlu diuji berkali-kali.

Pihak berwenang Thailand merasa lega, setelah menemukan vaksin yang telah diuji pada hewan.

Mereka memperkirakan vaksin untuk virus Corona yang dikembangkan oleh negaranya akan siap tahun depan.

Ini disampaikan setelah uji coba vaksin pada tikus di laboratorium setempat menunjukkan hasil yang baik.

Sementara, Juru Bicara Pusat Administrasi Situasi COVID-19, Taweesin Wisanuyothin mengatakan, Thailand akan mulai menguji vaksin mRNA (messenger RNA) pada monyet minggu depan, setelah sukses dalam uji coba pada tikus.

“Vaksin Thailand diperkirakan akan digunakan tahun depan,” ujar Taweesin melansir dari Reuters pada Rabu, 20 Mei 2020.

Lebih dari 100 vaksin potensial untuk menyembuhkan infeksi COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus Corona, kini vaksin tersebut tengah dikembangkan, termasuk beberapa yang telah memasuki uji coba klinis.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada April memperingatkan bahwa pengembangan vaksin bisa memakan waktu setidaknya 12 bulan.

Vaksin untuk virus Corona di Thailand sedang dikembangkan oleh National Vaksin Institute, Departemen Ilmu Kedokteran dan Pusat Penelitian Vaksin di Chittalongkorn University.

Messenger RNA mendorong sel-sel tubuh untuk memproduksi antigen (molekul pada permukaan virus) yang merangsang sistem kekebalan untuk bekerja.

Menurut laporan WHO, Thailand sekarang berada di peringkat ke-5 secara global, tepat di atas Korea Selatan (Korea Selatan), untuk respon dan mitigasi wabah yang cepat dalam laporan Indeks Kesehatan Kesehatan Global yang dirilis oleh Universitas Johns Hopkins yang berbasis di Baltimore, Amerika Serikat ( AS).

Vaksin eksperimental yang dikembangkan oleh produsen obat dari Amerika Serikat, Moderna Inc., yang menjadi tes pertama pada manusia di AS.

Menurut data pendahuluan Moderna Inc. yang dirilis pada hari Senin, 18 Mei 2020, vaksin eksperimental ini menghasilkan antibodi pelindung pada sekelompok kecil sukarelawan sehat.

Pabrik obat lain seperti Johnson & Johnson dan Pfizer Inc., yang bekerja dengan German BioNTech SE, juga mengembangkan vaksin untuk virus Corona.

Taweesin menekankan bahwa Thailand adalah negara pertama di luar China yang mendeteksi kasus virus Corona pada bulan Januari dan ingin menjadi salah satu negara pertama yang memiliki vaksin virus Corona yang siap digunakan.

Sejauh ini, Thailand telah melaporkan total 3.034 kasus infeksi virus Corona dengan 56 kematian dan 2.888 pulih.

(pikiranrakyat.com)

Pos terkait