Stok Indonesia Menipis, Harga CPO Kembali Naik

  • Whatsapp
pekerja menaikkan biji sawit ke atas mobil

Beritasulbar.com, Harga komoditas utama Indonesia dan malaysia, yaitu minyak sawit mentah atau minyak sawit mentah (CPO) hari ini melonjak setelah berita tentang stok di Indonesia untuk periode Maret mengalami penurunan.

Harga CPO kontrak pengiriman 3 bulan di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) naik 45 ringgit atau 2,31% ke RM 1.991 pada perdagangan siang ini, Jumat (8/5/2020).

Bacaan Lainnya

Meskipun ada kenaikan yang signifikan, harga CPO masih mencatat koreksi sejak akhir April dan masih di bawah level RM 2.000 / ton.

Reuters melaporkan, stok minyak kelapa sawit di Indonesia turun menjadi 3,42 juta ton di bulan Maret dari bulan sebelumnya, sementara produksi turun menjadi 3,58 juta ton, kata seorang pedagang yang berbasis di Singapura, mengutip data dari Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia.

Harga CPO ditutup lebih rendah dalam tiga sesi terakhir, dan telah terkoreksi 5% minggu ini. Harga turun karena tekanan dari perkiraan sentimen untuk stok akhir April di Malaysia, yang diperkirakan naik 10% dari Maret karena penguncian di seluruh dunia yang secara tajam mengurangi permintaan.

Faktor lain yang juga jadi sentimen positif untuk harga CPO adalah naiknya harga minyak. Harga minyak cenderung melanjutkan relinya seiring dengan mulai dibukanya kembali perekonomian sehingga permintaan bahan bakar akan membaik dan dibarengi dengan pemangkasan produksi Arab, Rusia & koleganya (OPEC+) juga AS.

Saat harga minyak mentah dunia anjlok signifikan, harga CPO juga terkena dampaknya. CPO merupakan salah satu komponen campuran dalam pembuatan biodiesel yang merupakan substitusi bahan bakar minyak.

Anjloknya harga minyak membuat program biodiesel yang diinisiasi di Malaysia (B20) dan Indonesia (B30) menjadi kurang ekonomis, akibatnya bisa mempengaruhi permintaan sehingga ujung-ujungnya juga menekan harga.