Sadis, 3 Mayat WNI Dibuang ke Laut dari Kapal China, Pemerintah Diminta Tuntut China

Beritasulbar.com, video pelarungan atau pembuangan jenazah ABK asal Indonesia dari kapal China yang disiarkan oleh stasiun televisi Korea Selatan (Korsel). Informasi itu juga didapatkan dari para ABK yang berlabuh di Busan dan kemudian memohon investigasi atas ketidakadilan yang mereka alami di kapal berbendera China. 

Dikutip dari MBC, tiga ABK yang meninggal dunia itu bernama Al Fattah, Sefri, dan Ari. Ketiga jasad mereka terpaksa dibuang ke laut lepas. Seorang lainnya bernama Effendi meninggal saat berada di rumah sakit. Padahal ketiga jenazah itu dijanjikan akan dikirim ke Indonesia setelah dilakukan kremasi. Perlakuan itu membuat 14 ABK asal Indonesia lainnya syok.

Bacaan Lainnya

“Rekan-rekan yang mati merasakan mati rasa di kaki-kaki pada awalnya, dan kaki-kaki itu mulai membengkak. Saya membengkak di tubuh saya dan sulit bernapas,” ujar salah seorang ABK asal Indonesia kepada MBC, Rabu, 6 Mei 2020.

Perlakuan berbeda juga dirasakan oleh ABK asal Indonesia sebab ABK China minum dari air kemasan sedangkan ABK Indonesia harus minun air laut hingga jatuh sakit.

“Saya tidak minum air laut yang disaring pada awalnya. Saya pusing. Kemudian, dahak mulai keluar dari tenggorokan saya,” kata ABK Indonesia lainnya.

Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi mengatakan sudah mengetahui soal laporan ABK tersebut kepada otoritas Korsel. Hingga saat ini hal tersebut masih diinvestigasi. 

“KBRI Soul terus memberi perhatian serius terhadap permasalahan yang dihadapi ABK WNI yang bekerja di atas kapal-kapal penangkap ikan “longliners” berbendera RRT. Sebagaimana diberitakan stasiun TV MBC Selasa malam,” kata Umar Hadi saat dihubungi VIVA.co.id, Rabu malam, 6 Mei 2020.

Kasus ini turut dikomentari wakil rakyat di Senayan. Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Fadli Zon meminta adanya investigasi. 

Fadli juga meminta, pemerintah menuntut pihak China atas kejadian ini. Selain praktik kebudakan, menurutnya ini jelas pelanggaran HAM.

“Ini harus diusut dan diinvestigasi. Kalau benar berita MBC maka negara harus menuntut pihak China. Selain praktik perbudakan, apa yg dilakukan thd ABK Indonesia jelas pelanggaran HAM n penghinaan thd rakyat Indonesia. Kita bukan budak China!  @Menlu_RI @KemnakerRI @jokowi,” tulis Fadli di Twitter pribadinya.

Sementara itu, Umar Hadi menjelaskan saat ini terdapat 14 ABK WNI yang sedang menjalani karantina di Kota Busan sejak diturunkan dari kapal pada tanggal 24 April 2020 yang lalu. 

“Mereka dalam keadaan baik dan akan segera pulang ke tanah air setelah masa karantina selesai,” lanjutnya. 

Dubes RI menjelaskan, para ABK WNI tersebut telah meminta bantuan pengacara pro-bono setempat untuk menyelesaikan permasalahan mereka. 

“Otoritas penegak hukum Korsel sedang melakukan pemeriksaan atas permasalahan tersebut termasuk laporan pelarungan jenazah rekan-rekan mereka di laut lepas,” kata dia lagi.

Sumber : Viva

  • Whatsapp